Blog

WEDDING CULTURE – Seserahan / Sangjit

Post Category: Article

Banyaknya ragam budaya dan tradisi dimasyarakat pada umumnya merupakan suatu keunikan dunia yang dapat menjadi sebuah inspirasi tersendiri bagi setiap orang yang menjalani maupun mereka yang belum mengetahui sebelumnya.

Di dunia pernikahan sendiri ada begitu banyak budaya dan tradisi yang mewarnai setiap hari – hari Pernikahan dua sejoli. Kita yang tinggal di Indonesia bahkan sudah mengalami “perkawinan” antar budaya. Setidaknya budaya dan tradisi yang tidak pernah hilang dalam sebuah pernikahan di Indonesia dapat kita lihat melalui dua perwakilan budaya yaitu, budaya dan tradisi pernikahan tradisional yang umumnya datang dari berbagai ragam suku dan daerah di Indonesia dan yang kedua adalah budaya yang sering terlihat di pernikahan keturunan suku tionghoa atau sering dikenal dengan istilah International Chinese Wedding.

Dalam budaya dan tradisi tersebut di atas ada kemiripan atau kesamaan dibeberapa rangkaian aktivitasnya seperti prosesi lamaran dan seserahan.. Prosesi “seserahan” baik di pernikahan tradisional maupun International Chinese Wedding memiliki makna yang sama yaitu suatu pemberian dari pihak calon pengantin pria kepada keluarga dan calon pengantin   wanita. Seserahan tersebut merupakan simbol tanggung jawab dari pihak pria yang akan meminang calon pasangannya. Waktu pelaksanaan dari prosesi seserahan biasanya dilakukan setelah prosesi lamaran dan sebelum hari Pernikahan.

Dalam budaya Jawa, “seserahan” disebut Peningsetan sementara di tradisi tionghoa dikenal dengan istilah Sangjit. Detail dari variasi hantaran dalam seserahan biasanya merupakan hasil diskusi dari kedua belah pihak. Pada prakteknya pun biasanya calon pasangan sendiri yang membeli dan  mempersiapkannya sendiri., hal itu karena barang – barang tersebut nantinya akan dipakai oleh pasangan masing – masing.

Jumlah atau  ragam “sesrahan” pun berbeda – beda, ada yang menganut angka ganjil sebagian lagi harus dalam jumlah genap sehingga jumlah dari barang yang dibawa sesuai dengan angka yang telah ditentukan. Dalam “seserahan” barang – barang yang biasanya wajib ada adalah :

 

  1. Perhiasan
  2. Pakaian dan alas kaki
  3. Alat Kecantikan
  4. Ragam Kue atau makanan dengan unsur manis
  5. Buah – buahan, dll.

 

390098_205854566236828_2112090890_n

WEDDING CULTURE – Tea Pai Ceremony

Post Category: Article

Selain “seserahan” / sangjit tradisi lain yang sering kita temui di pernikahan khususnya “International Chinese Wedding” adalah tradisi TEA PAI.

 

Acara TEA PAI atau sering disebut Tea Pai Ceremony adalah bentuk simbolis penghormatan dari mempelai kepada keluarga masing – masing dengan cara melayani dan menyuguhkan secangkir teh kepada orang tua atau saudara yang dihormati. Proses tersebut telah mengalami penyederhanaan sesuai dengan kondisi saat ini. Dahulu proses Tea Pai dilakukan di pagi hari dimana calon mempelai harus memberikan penghormatan dengan memberikan teh hangat kepada orang tua dan dilanjutkan dengan menyediakan handuk serta air untuk membasuh wajah orang tua.  Prosesi Tea Pai dari beberapa keluarga atau daerah juga berbeda, namun secara umum dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Keluarga yang ikut dalam prosesi Tea Pai adalah mereka yang telah menikah, dan selalu diawali dengan orang tua kandung dari mempelai pria.
  2. Kedua orang tua duduk dikursi yang telah disediakan, dilanjutkan dengan pemberian salam dari kedua mempelai dengan sedikit membungkukkan badan dan mengepalkan tangan dengan ucapan “Gong xi”.
  3. Kedua cangkir teh diantarkan oleh orang yang telah ditunjuk (seringkali dibawa oleh bridesmaiid) dan kedua cangkir tersebut diberikan oleh mempelai wanita kepada kedua orang tua satu per satu seraya mengatakan “silakan diminum”. (sebaliknya apabila yang dilayani adalah keluarga mempelai wanita maka yang menyuguhkan cangkir tersebut adalah mempelai pria).
  4. Setelah selesai diminum cangkir akan diambil kembali dan diletakkan dinampan, biasanya keluarga – keluarga akan memberikan hadiah kepada mempelai dapat berbentuk angpao ataupun perhiasan.
  5. Mempelai memberikan ungkapan terima kasih dan menutupnya dengan salam kembali.

 

“Our cultural strength has always been derived from our diversity of understanding and experience.”

 

 

Tea Pai Set.
934911_203947196427565_2118244249_n

News update

Post Category: News

Berita dan update terbaru dari devowed juga akan ada disini!

Segera hadir blog deVoWed

Post Category: Article

pelangi 02

Yay! Blog kami akan segera hadir! Silahkan kembali beberapa saat lagi. Thanks 🙂